Jogja memang nggak pernah tidur, apalagi soal urusan perut. Tapi bosen nggak sih kalau ke situ-situ lagi? Kali ini, Meja Pojok bakal bagi-bagi “harta karun” kuliner malam yang masih jarang masuk radar turis, tapi jadi rebutan warga lokal.
Siapkan helm dan jaket, mari kita meluncur!
1. Bakmi Jawa “Ngisor Mlinjo”
Tersembunyi di dalam gang daerah Bantul, bakmi ini masih memasak menggunakan anglo (tungku arang). Aroma asapnya meresap sampai ke serat mie. Tips: Datanglah sebelum jam 8 malam kalau nggak mau kehabisan sayap ayamnya yang legendaris!
2. Oseng Mercon Bu Tejo (Versi Pinggiran)
Kalau biasanya orang antre di Jalan KH Ahmad Dahlan, coba melipir ke arah selatan. Di sini ada oseng mercon yang dagingnya lebih empuk dan pedasnya nggak cuma asal pedas, tapi gurih bumbu rempahnya berasa banget.
3. Wedang Ronde “Susu” Pak Di
Bosan dengan ronde biasa? Pak Di mencampur kuah jahenya dengan susu murni segar. Rasanya hangat, manis, dan creamy. Cocok banget buat menutup malam yang dingin setelah berkeliling kota.
Agar suasana santai di rumah tetap berasa seperti sedang jajan di Jogja, kamu juga bisa menyetok bahan minuman hangat sendiri.
- Gula Aren Cair: Rahasia manis alami yang pas untuk campuran wedang jahe atau kopi susu buat kamu yang mager keluar rumah malam-malam.
4. Sate Kere Pasar Stand
Sate kere di sini punya bumbu kacang yang teksturnya kasar dan sangat medok. Lemaknya dipanggang sampai juicy. Sekali gigit, langsung lupa diet!
5. Nasi Teri Gejayan (Cabang Rahasia)
Ada satu titik di daerah concat yang porsinya lebih brutal dan antrinya manusiawi. Teri krispinya berpadu dengan sayur lodeh pedas—kombinasi maut yang bikin nambah porsi.
Jangan lupa, kalau kamu bungkus makanan kering seperti sate atau gorengan, tambahkan cocolan ini agar makin mantap:
- Chili Oil: Tambahan rasa pedas gurih yang modern, cocok banget buat cocolan gorengan atau sate saat dibawa pulang.
6. Gudeg Mercon “Mbak Sari”
Gudeg biasanya manis, tapi Mbak Sari punya racikan gudeg nangka yang dipadukan dengan krecek super pedas. Lokasinya di trotoar yang sangat sederhana, tapi rasanya bintang lima.
7. Susu Jahe Geprek Mas Yo
Jahenya benar-benar digeprek di depan mata kita, lalu diseduh dengan susu kental manis dan sedikit garam. Sederhana, tapi ini adalah definisi “pelukan hangat” dalam sebuah gelas.
Penutup
Kuliner malam Jogja bukan cuma soal rasa, tapi soal suasana dan cerita di balik setiap suapannya. Jadi, mana nih yang mau kamu datangi duluan akhir pekan ini?

